Manfaat Buah Kesemek (Diospyros kaki)
Hai
sobat blogger bagaimana kabarnya? Masih
sehatkan, terima kasih masih sempat meluangkan waktu buat mengujungi blog ini, kali ini aku memposting Manfaat Buah Kesemek. Semoga postingan tentang buah kesemek ini bermanfaat bagi kita. Amiin.
Buah
genit! Adalah julukan bagi buah kesemek karena
selalu memakai bedak tebal. Sobat,
buah yang dikenal dengan nama oriental persimmon (Inggris) dan shi (Cina) ini
memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah hebatnya dengan buah apel. Bahkan
untuk kandungan zat-zat tertentu, kesemek juaranya. Misalnya saja, kandungan
zat serat yang terdapat dalam sebutir buah kesemek ternyata dua kali lebih
banyak ketimbang yang ada dalam sebutir apel.
Pakar
kesehatan sering menganjurkan untuk mengonsumsi buah apel bagi orang-orang yang
sedang melakukan diet. Ternyata buah
kesemek bisa menggantikan posisi buah apel.
Kandungan gizinya tak kalah hebat bila dibandingkan dengan buah apel.
Serat yang terkandung dalam buah kesemek sangat bagus bahkan dua kali lebih
banyak dari apel. Hanya saja keberadaan buah kesemek tidak semudah mencari buah
apel, karena buah kesemek tidak dibudidayakan seperti halnya buah apel.
Pohon
kesemek berukuran kecil sampai sedang, 15 m atau kurang, dioesis (dioecious,
berumah dua) dan kadang-kadang monoesis, berbatang pendek dan bengkok-bengkok,
banyak cabang, serta menggugurkan daun.
Daun dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek + 3 cm, bundar, bundar telur sampai jorong, 2,5-15 × 5-25 cm, hijau kuning berkilap.
Bunga jantan dalam malai pendek berisi 3-5 kuntum, bunga betina soliter, di ketiak daun, berbilangan 4. Buah buni berbentuk gepeng membulat dan bersegi empat, hijau kekuning-kuningan sampai merah, dengan daun kelopak yang tidak rontok.kesemek sekarang sudah sulit dijumpai atau hampir punah.
Kesemek yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya hilang. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A dan kalium.
Buah kesemek yang muda mengandung zat tanin yang dinamai tanin-kaki, yang menimbulkan rasa sepat pada buah. Zat ini akan berkurang bersama dengan masaknya buah. Tanin-kaki dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan pengobatan penyakit hipertensi.
Asal-usul dan penyebaran buah kesemek
Kesemek berasal dari Republik Rakyat Cina, yang kemudian menyebar ke Jepang pada zaman purba dan dikembang biakkan di sana. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa kolonial di tahun 1800an dibawa ke Eropa selatan dan Amerika (Kalifornia).
Buah ini cukup penting dalam tradisi Tiongkok dan Jepang, sehingga nilai komersialnya tinggi di sana. Kini komersialisasi produksi kesemek telah merembet dan meluas ke Selandia Baru, Australia dan Israel. Ekspor dari Israel inilah yang dinamai sebagai Sharon fruit.
Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi kesemek umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal. Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, di waktu lalu pernah secara tetap mengirimkan kesemek untuk Singapura, namun kini terhenti karena kualitasnya terdesak oleh kesemek produk negara-negara lain. Tempat-tempat lain di Indonesia yang menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana buah ini ditanam pada daerah-daerah dataran tinggi di pegunungan.
Daun dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek + 3 cm, bundar, bundar telur sampai jorong, 2,5-15 × 5-25 cm, hijau kuning berkilap.
Bunga jantan dalam malai pendek berisi 3-5 kuntum, bunga betina soliter, di ketiak daun, berbilangan 4. Buah buni berbentuk gepeng membulat dan bersegi empat, hijau kekuning-kuningan sampai merah, dengan daun kelopak yang tidak rontok.kesemek sekarang sudah sulit dijumpai atau hampir punah.
Kesemek yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya hilang. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A dan kalium.
Buah kesemek yang muda mengandung zat tanin yang dinamai tanin-kaki, yang menimbulkan rasa sepat pada buah. Zat ini akan berkurang bersama dengan masaknya buah. Tanin-kaki dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan pengobatan penyakit hipertensi.
Asal-usul dan penyebaran buah kesemek
Kesemek berasal dari Republik Rakyat Cina, yang kemudian menyebar ke Jepang pada zaman purba dan dikembang biakkan di sana. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa kolonial di tahun 1800an dibawa ke Eropa selatan dan Amerika (Kalifornia).
Buah ini cukup penting dalam tradisi Tiongkok dan Jepang, sehingga nilai komersialnya tinggi di sana. Kini komersialisasi produksi kesemek telah merembet dan meluas ke Selandia Baru, Australia dan Israel. Ekspor dari Israel inilah yang dinamai sebagai Sharon fruit.
Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi kesemek umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal. Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, di waktu lalu pernah secara tetap mengirimkan kesemek untuk Singapura, namun kini terhenti karena kualitasnya terdesak oleh kesemek produk negara-negara lain. Tempat-tempat lain di Indonesia yang menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana buah ini ditanam pada daerah-daerah dataran tinggi di pegunungan.
Kandungan Gizi dan Manfaat buah Kesemek.
Buah
kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7%
protein, vitamin A dan kalium. Setiap
100 gram kesemek mengandung energy 88 kal, karbohidrat 15 g, kalsium 6 mg,
phosphor 26 mg, retinol 813 mcg, dan asam askorbat 20 mg, vitamin A 2.710 SI,
vitamin C 11 mg dan vitamin B1 0.005 mg.
Bandingkan dengan jeruk yang hanya zat aktif retinol 57 mcg/100
g-nya.
Kandungan zat serat yang terdapat dalam
sebutir buah kesemek ternyata dua kali lebih banyak ketimbang yang ada dalam
sebutir apel, karena itu cocok dikonsumsi bagi yang menjalani program
penurunan berat badan. Asyik juga
dipakai untuk mencegah konstipasi (tapi jangan kebanyakan, nanti malah
diare…). Khasiat lainnya sebagai antioksidan,
terutama karotenoid dan polifenol, sehingga baik untuk memetabolisme lemak
sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, mencegah
hipertensi, asma dan mencegah penyakit jantung, Mengonsumsinya
dapat menghilangkan dahaga, menyehatkan paru-paru dan menguatkan limpa. Tim peneliti yang dipimpin Shela Gorinstein
dari Hebrew University of Jerusalem, membuktikan dalam studi mereka bahwa
konsumsi buah kesemek dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol,
menghambat proses penuaan dini dan menjaga tekanan darah agar tidak melewati
ambang batas. Asyik to, makan kesemek bisa langsing dan awet muda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar